Berita Inforamsi Bola Terbaru 2021
Propam Limpahkan Laporan Dugaan Kriminalisasi di Sumut ke Bareskrim | BPJS Kesehatan Sabet Indonesia Best Brand Award 2021 | Demo Ricuh Pemuda Pancasila, Polisi Ingatkan Tak Boleh Ada Ormas di Atas Hukum | Ketua DPR Ajak Semua Pihak Selesaikan RUU TPKS | Sedang Berlangsung Big Match BRI Liga 1! Yuk Saksikan Live Streaming Persija Vs Bali United | Satgas Ingatkan Daerah Alami Kenaikan Kasus Covid-19 Tak Lengah Prokes | Damri Uji Coba Bus Listrik Di Bandara Soekarno-Hatta | Tempat Asyik untuk Bersantai Sore di Bali, 3 Beach Club Ini Siap Menanti | Cegah Korupsi, KPK Perkuat Pendampingan dan Pengawasan di Papua | Komisi IV Apresiasi Penanaman Perdana Inpari Nutrizinc Kementan di Cianjur | Transformasi Digital dan Kinerja Telkom Berhasil Gaet Investor Asing | Kepergok saat Beraksi, Residivis Kasus Pencuri Rumah Kosong Dicokok | Kejagung Apresiasi Bantuan Alsintan Kementan untuk Petani | Polisi: Pelaku Penyerang Posko FBR di Joglo Tak Pakai Atribut Ormas | Terdakwa Kasus Sate Sianida Dituntut 18 Tahun Penjara |
Home Sitemap Cari disclaimer Contack Me  

Ternyata Begini Cara Hacker Meretas Akun Youtuber

Oleh : Rista Simbolon (Via ) | Diterbitkan | Short link: https://temaoppo.com/link/2021/10/ternyata-begini-cara-hacker-meretas-akun-youtuber

Bagikan Ke : Facebook Twitter


Jakarta, TemaOppo.com – Google telah menjelaskan serentetan serangan Hacker yang mengubah saluran pembuat konten menjadi streaming langsung penipuan cryptocurrency. Bahkan pernah dialami oleh Youtuber teranama di Indonesia.

Peretas telah membajak saluran YouTube profil tinggi. Seperti Chandra Liow akun youtubenya diretas dengan menyiarkan sesi live dipimpin oleh salah satu tokoh yang cukup terkenal dalam dunia cryptocurrency yaitu Charles Hoskinson. Sekarang, Google telah merinci teknik yang digunakan peretas untuk mengkompromikan ribuan pembuat konten YouTube hanya dalam beberapa tahun terakhir.

Semuanya dimulai dengan phishing. Penyerang mengirim email kepada pemiliki akun YouTube yang tampaknya berasal dari layanan  seperti VPN, aplikasi pengeditan foto, atau penawaran antivirus dan menawarkan untuk berkolaborasi. Ini adalah jenis penawaran layanan yang terjadi setiap hari ditujukan pada  tokoh-tokoh YouTube.

Menurut Google dengan mengeklik tautan untuk mengunduh produk akan membawa pemilik akun ke situs jebakan malware dengan memanipulasi dengan web yang sama. Dalam beberapa kasus, peretas meniru tampilan web seperti Cisco VPN dan game Steam, atau berpura-pura menjadi media yang berfokus pada Covid-19.

Pihak Google mengatakan telah menemukan lebih dari 1.000 domain hingga saat ini yang dibuat khusus untuk menginfeksi YouTuber tanpa disadari. Perusahaan juga menemukan 15.000 akun email yang terkait dengan penyerang di balik skema tersebut. Serangan-serangan itu tampaknya bukan pekerjaan Individual, kata Google, berbagai peretas mengiklankan layanan pengambilalihan akun di forum berbahasa Rusia.

Setelah YouTuber secara tidak sengaja mengunduh perangkat lunak berbahaya, ia mengambil cookie tertentu dari browser mereka. “Cookie session” ini mengonfirmasi bahwa pengguna telah berhasil masuk ke jebakan mereka. Seorang peretas dapat mengunggah cookie yang dicuri itu ke server jahat, membiarkan mereka berpura-pura sebagai korban yang sudah diautentikasi. Cookie session sangat berharga bagi penyerang karena menghilangkan kebutuhan untuk melalui bagian mana pun dari proses login.

Teknik “pass-the-cookie” semacam itu telah ada selama lebih dari satu dekade, tetapi masih efektif. Dalam kejadia ini, Google mengatakan telah mengamati peretas menggunakan sekitar selusin alat malware yang berbeda dan open source untuk mencuri cookie browser dari perangkat korban. Banyak dari alat peretasan ini juga dapat mencuri kata sandi.

Jenis peretasan akun YouTube ini meningkat sejak 2020, dan Google mengatakan telah mengumpulkan sejumlah tim keamanannya untuk mengatasi masalah tersebut. Sejak tahun 2021, perusahaan mengatakan telah menangkap 99,6 persen email phishing ini di Gmail, dengan 1,6 juta pesan dan 2.400 file berbahaya diblokir, 62.000 peringatan halaman phishing ditampilkan, dan 4.000 pemulihan akun yang berhasil.

Sekarang peneliti Google telah mengamati cara lain dalam penyerang untuk menargetkan konten creator, sebagai cara untuk menghindari deteksi phishing Google. Hacker juga mulai mencoba mengarahkan target mereka ke WhatsApp, Telegram, Discord, atau aplikasi Chatting  lainnya agar tidak terlihat.

Meskipun otentikasi dua faktor tidak dapat menghentikan pencurian cookie berbasis malware ini, ini merupakan perlindungan penting untuk jenis penipuan dan phishing lainnya. Mulai 1 November, Google akan mewajibkan pembuat konten YouTube yang memonetisasi saluran mereka untuk mengaktifkan dua faktor untuk akun Google yang terkait dengan YouTube Studio atau Pengelola Konten YouTube Studio mereka.


Ternyata Begini Cara Hacker Meretas Akun Youtuber | Bang Naga | on 10:32:31pm Sabtu 27 November 2021 | Rating 4.5
Cuplikan :Judul: Ternyata Begini Cara Hacker Meretas Akun Youtuber
Description: Jakarta, Selular.ID - Google telah menjelaskan serentetan serangan Hacker yang mengubah saluran pembuat konten menjadi streaming langsung penipuan
Alamat: https://temaoppo.com/news/2021/10/ternyata-begini-cara-hacker-meretas-akun-youtuber.html
Artikel Terkait

Bagikan Ke : Facebook Twitter Google+

CONTENT

Latest Update

  • Naik Kapal Keliling Sungai Kapuas, Bisa Pakai Dana
  • Pen dan Keyboard Untuk Xiaomi Pad 5, Telah Resmi di Indonesia
  • Sony Xperia Pro-I Sambangi Pasar Eropa, Dibandrol Rp25 Jutaan
  • Smartphone 2020 1 Jutaan Masih Layak Dibeli di Tahun 2021
  • Seri Vivo S12 Terendus, Usung Konsep Tepi Layar Lengkung?

  • Nasional

    » Gempa Bumi Hari Ini

    menu


    Tempo LIPUTAN DAIRI CNN Zodiak
    © 2017 - 2021 temaoppo.com | Pers | V.DB: 3.50 | All Right Reserved

    DMCA.com Protection Status


    Page loads : seconds